Cara Sehat Dengan Jahe



Jahe adalah tanaman berakar rimpang dan merupakan tanaman berkasiat. Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, bumbu dapur dan aneka minuman. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan
memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak asiri yang dikeluarkan rimpang jahe. Jahe juga popular sebagai minuman yang dapat menghangatkan tubuh. Meminum sari jahe dipercaya juga dapat mengembalikan kesegaran tubuh. 

Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya karena mabuk kendaraan atau pada wanita yang hamil muda. Juga rasanya yang tajam merangsang nafsu makan, memperkuat otot usus, membantu mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Jahe juga dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat.


Jahe mengandung minyak atsiri sekitar 1-3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol. Kandungan oleoresin jahe menyebabkan rasa pahit. Oleoresin jahe banyak mengandung komponen pembentuk rasa pedas yang tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe terdiri atas gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingerol.

Berbagai manfaat jahe, antara lain :
  • Menurunkan tekanan darah (hipertensi). Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.
  • Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak.
  • Mencegah tersumbatnya pembuluh darah. Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
  • Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabuk perjalanan.
  • Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.
  • Menetralkan radikal bebas. Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
  • Pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.
  • Daun jahe juga berkhasiat, sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil.
  • Memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam.
  • Mengobati rematik.
  • Mengobati luka karena lecet, ditikam benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular.
  • Mengobati gatal karena sengatan serangga.
  • Mengobati luka bekas gigitan ular beracun. (hanya sebagai pertolongan pertama sebelum penderita dibawa ke dokter).
  • Jahe memiliki potensi untuk mengendalikan gula darah oleh sel otot. ekstrak jahe dapat meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel otot tanpa menggunakan insulin.


Hebatnya manfaat jahe tidak menimbulkan efek samping. Hal ini karena tidak memiliki kecenderungan untuk berinteraksi negatif dengan obat lain yang hadir dalam tubuh. Dalam arti, ini membuat jahe cukup aman untuk digunakan dalam pengobatan alami.
Ketika berbelanja jahe untuk digunakan dalam memasak, pastikan memilih jahe yang halus, tidak memiliki kulit keriput dan tidak berjamur. Untuk menyimpan jahe, kupas terlebih dahulu, kemudian bungkus dengan plastik dan letakkan di dalam freezer. Metode ini membantu penyimpanan jahe tetap segar lebih lama dan siap digunakan kapan saja. Sehingga manfaat jahe berpengaruh besar bagi kesehatan.