Cara Aman Naik Pesawat Saat Hamil


Mudik lebaran mungkin sudah mulai dilakukan. Ada banyak alasan mengapa wanita hamil mungkin lebih memilih perjalanan dengan pesawat selama kehamilan. Karena alasan lebih cepat, keadaan darurat dan banyak lagi. Tetapi ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat  adalah untuk mengetahui tentang keamanan dan kenyamanan ibu dan bayi yang masih di dalam perut. Banyak maskapai penerbangan memiliki kebijakan khusus membatasi perjalanan wanita hamil dengan pesawat setelah waktu tertentu dalam kehamilan. Wanita hamil sendiri harus lebih siap karena tidaklah mudah untuk melakukan perjalanan dengan pesawat selama hamil.

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :

1. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat.
  • Wanita hamil diperbolehkan untuk naik pesawat terbang asalkan tidak ada komplikasi yang dikenal dengan kehamilan, seperti plasenta pecah, gestational diabetes, atau hipertensi.
  • Wanita yang pernah mengalami persalinan, keguguran prematur, kematian janin, lahir mati, atau dari sejumlah risiko kesehatan lainnya tidak akan diperbolehkan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat selama kehamilan, karena takut bahwa kehamilan saat ini juga berisiko tinggi.
  • Kondisi tertentu selama kehamilan dapat diperburuk oleh perjalanan pesawat untuk wanita mengalami kehamilan berisiko tinggi.

2. Pilih maskapai penerbangan yang mendukung dan membantu ibu hamil selama perjalanan dengan pesawat. Sama seperti beberapa maskapai penerbangan lebih permisif daripada yang lain, perusahaan-perusahaan tertentu juga lebih responsif terhadap kebutuhan penumpang hamil.
  • Banyak penawaran dari maskapai untuk ibu hamil antara lain menawarkan tempat duduk pilihan, kursi roda, service minuman, dan kemudahan lainnya tidak secara rutin ditawarkan kepada penumpang kebanyakan.
  • Terbang selama kehamilan dapat menjadi pengalaman yang jauh lebih menyenangkan ketika maskapai penerbangan pilihan Sobat memperlakukan penumpang hamil dengan perawatan tersendiri, jadi pilihlah dengan bijak.
3. Menanyakan apakah perusahaan penerbangan tersebut memiliki pembatasan seberapa jauh dalam kehamilan seorang wanita masih diperbolehkan untuk bepergian
  • Semakin dekat seorang wanita ke tanggal persalinan sebuah perusahaan penerbangan akan memungkinkan sebuah perjalanan dengan persetujuan tertulis dari seorang dokter atau bidan). Ini bukan hanya untuk membatasi tanggung jawab mereka sendiri tetapi juga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dari wanita dan para penumpang lainnya. Karena beberapa maskapai penerbangan membutuhkan catatan dari seorang dokter atau bidan setelah minggu 28 kehamilan yang menunjukkan bahwa tidak ada komplikasi dengan kehamilan.
  • Beberapa maskapai penerbangan tidak mengizinkan wanita hamil dengan kehamilan berisiko tinggi atau dengan usia kehamilan lebih dari 36 minggu (32 minggu untuk kelahiran kembar) untuk bepergian sama sekali.
4.  Memilih kursi di penerbangan.
  • Menginformasikan staf maskapai kehamilan dan meminta tempat duduk yang diinginkan jika opsi tersebut tersedia. Misalnya, kursi lorong dekat kamar kecil dapat memberikan kenyamanan untuk sering pergi ke toilet dan ruang untuk kaki ekstra
  • Meminta kursi roda untuk memudahkan mengantar pada kendaraan.
  • Selama penerbangan, banyak pramugari dengan senang hati akan melayani minuman tambahan (terutama air atau teh) atau makanan ringan untuk pelanggan yang memintanya. 
  • Pada penerbangan panjang, pramugari juga dapat memberikan pelayanan tertentu untuk pelanggan hamil dinyatakan hanya disediakan untuk pelanggan kelas satu, seperti handuk panas, lotion, masker mata, dan banyak lagi.

5.  Rencana untuk kenyamanan selama penerbangan.
Sebuah bantal leher, botol air dan makanan ringan yang sehat dapat membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Penting untuk minum banyak air selama dan setelah penerbangan karena perjalanan udara dapat mengakibatkan dehidrasi. Bagi wanita bepergian di awal kehamilan, makanan ringan dapat membantu mengatasi mual.

6. Lakukan latihan kecil selama penerbangan untuk  menjaga darah tetap mengalir untuk mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan. Putar pergelangan kaki dan pergelangan tangan regangkan kaki Sesekali dan sedikit berjalan dapat membantu mengurangi kekakuan dan mengurangi kram atau bengkak bila ada turbulensi tetapi perlu berhati-hati untuk menjaga keseimbangan.